Feeds:
Posts
Comments

Archive for January, 2011

2 gambar diatas adalah gambar yang diambil melalui nokia 6120 classic saya, banjir lahar dingin yang menerjang kawasan cangkringan-kaliurang yogyakarta telah menghancurkan jembatan yang ada. Di jalan raya magelang-yogyakarta lebih parah, tumpukan pasir bisa mencapai 5 meter, beserta batu-batu sebesar rumah menyapu semua yang ada dan meruntuhkan sebagian besar badan jalan.

2 gambar diatas adalah secuil dari ribuan spanduk penolakan dari rakyat kesultanan yogyakarta terhadap pemaksaan kehendak pemerintah republik mimpi ini yang berkeinginan pemilihan gubernur yogya dilakukan melalui proses pilkada, sekarang ini (januari 2011) sangat banyak kita jumpai spanduk senada di setiap sudut kota, dan dari berbagai perbincangan saya dengan rakyat kesultanan yogya, jelas sekali sikap mereka untuk memilih penetapan gubernur yogya adalah sultan Hamengku Buwono 10.

sayapun mendukung penuh referendum yogya, mendukung penuh kedaulatan yogya, mendukung penuh yogya berdiri sendiri sebagai kesultanan terpisah dari pemerintahan zalim sekarang ini. bisa dibayangkan bahwa seluruh partai di yogyakarta setuju kepada penetapan sultan sebagai gubernur yogya, sedangkan sikap pemerintah jelas membangkang terhadap suara rakyat, mengangkangi kedaulatan yogya, dan memaksakan kehendak, memaksakan doktrin demokrasi kepada rakyat yogyakarta dimana pilkada selalu melahirkan raja-raja kecil yang zalim dan rakus dan tak peduli nasib rakyatnya. Pilkada dan Demokrasi adalah PRODUK GAGAL!

oke, cool down,

buat yang ke jogja, nyesel banget kalo ga nyobain ini

serabi notosuman, Ny.Lydia, Jl. Bhayangkara no.63, Pathuk Yogyakarta.

ENAK PARAH!!!! ini surabi terbaik, terenak, terlezat yang pernah gw makan, cuma 2 rasa, coklat sama polos, gw makan yang coklat, kalian wajib coba!

ini kalo yogyakarta beneran pisah dari RI, gw langsung apply, karena bokap gw asli jogja dan banyak sekali keluarga di jogja, hehe.

lalu ini passport buat gawe di republik indonesia, yang penguasanya yang gampang dikibulin dan tamak đŸ˜€

selain itu passport ini bisa buat status kita jadi ekspatriat, gajinya gaji ekspat, pakai dollar jogja, hahaha đŸ˜€

Advertisements

Read Full Post »

sebuah analisis kasar dan serampangan dari saya, saya akui ini cukup subyektif.

 

pihak pertama bernama pemerintah, pihak kedua bernama pertamina, dan pihak ketiga bernama pemain asing (operator SPBU merk asing, shell, total, dan petronas.

 

pihak 2 adalah imcumbent, penguasa SPBU nasional selama beberapa dekade, pihak pertama adalah pihak yang selalu berdalih bekerja untuk rakyat, pihak ketiga adalah pihak yang bertahun-tahun mencoba sabar dengan sepinya SPBU mereka.

 

kenaikan pertamax 92 menjadi Rp. 7850 dan pertamax plus menjadi Rp. 8100 adalah pukulan telak bagi masyarakat yang sedang bersiap menyongsong bulan maret, dimana seluruh mobil pribadi tak boleh menggunakan BBM bersubsidi lagi. Hal yang sama terjadi pada shell.

http://cybernews.cbn.net.id/cbprtl/cybernews/detail.aspx?x=Economy&y=cybernews|0|0|3|17253

 

dengan hal ini secara logika saya, telah terjadi suatu ‘kongkalingkong’ antara pihak pertama dan ketiga, yaitu masuknya pihak 3 ikut andil dalam penjualan SPBU, mereka bertahan dalam sepi dan terus berusaha mendesak pemerintah untuk memberlakukan harga yang ‘baik’ pada pertamina agar mereka bisa bersaing secara ‘sehat’, pemerintah dan pertamina dalam hal ini ialah melepas kontrol harga, justru mengikuti mekanisme pasar, bukan malah melindungi konsumen, http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/01/06/21380660/Pemerintah.Tak.Intervensi.Harga.BBM.non.Subsidi

http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/11/01/14/158711-sabtu-harga-bbm-nonsubsidi-alami-kenaikan

 

hitung2annya begini, ambil contoh kendaraan di jakarta pemakai BBM subsidi ada 10 juta, terdiri dari pribadi, umum dan motor. ambil kasar :

pribadi non motor = 3 juta

motor = 4 juta

umum = 3 juta

datangnya bulan maret otomatis akan menghilangkan 3 juta pelanggan BBM subsidi, keuntungan pertamina tentunya akan menurun mau tidak mau dan angkanya gw yakin cukup besar, sangat besar bahkan, bisa jadi rugi.

 

ambil contoh pemakai BBM non subsidi sebelum maret

 

ke pertamina (pribadi + motor) = 500 ribu

ke asing (pribadi+motor) = 100 ribu.

kita tutup dulu.

 

 

setelah maret, sisa pelanggan premium pertamina tinggal 7 juta, itu yang pasti, angka tetap.

 

sedangkan pertamina berbagi ‘konsumen non subsidi (si 3 juta)’ dengan asing, yaitu shell, petronas, total. anggaplah karena harga sama, maka kita bisa bagi 4, pertamina cuma dapat 750ribu pelanggan, plus 500ribu pelanggan pertamax lama (incumbent), dibagi 4 = 125.000. kalau kita total, pertamina hanya mendapatkan 875.000 pelanggan pertamax setelah maret.

 

pertamina akan kehilangan total 2.250.000 pelanggan (pindahan pelanggan premium ) plus  375.000 pelanggan incumbent (pelanggan lama pertamax). semuanya beralih ke asing dg total 2.625.000


kesimpulannya, setelah maret pertamina akan kehilangan pelanggan dengan total 2.625.000 pelanggan.

 

hal ini gw rasa bakal membuat pertamina cukup kelabakan bahkan merugi, belum lagi ke depannya pemerintah akan lebih banyak mengakomodir kepentingan kapitalis melalui berbagai macam undang-undang ‘pesanan’ berbau kapitalis yang selama ini dapat dilihat walaupun agak sulit, ya contohnya pelarangan premium bagi pribadi dengan alasan orang kaya memakan subsidi, gw rasa pemerintah emang ga mau direpotkan oleh rakyatnya.

 

kebahagiaan shell, petronas, dan total akan datang di bulan maret nanti, seperti bahagianya anak-anak saat kedatangan doraemon tiap minggu pagi. dimana masing-masing pemain asing akan mendapatkan tambahan 875.ooo pelanggan.

 

Bagi mereka, ini adalah berkah dari peraturan pemerintah yang melarang pemakaian premium pada mobil pribadi, lepasnya kontrol pemerintah atas harga kebutuhan pokok (BBM), dan tidak mau direpotkannya pemerintah oleh rakyatnya. jika sudah begini, keuntungan pertamina akan menurun bahkan merugi dan nantinya ia akan sama nasibnya dengan krakatau steel, garuda, mandiri yang akan dijual ke asing dengan dalih ‘untuk meningkatkan performa’.

 

Kita cuma jadi buruh, well…….

Read Full Post »

di indonesia jadi pelayan adalah sebuah kebanggaan
jadi TKI bangganya bukan main pulang2 bawa Blackberry 3 buah, bikin rumah gede2 di kampung, bikin mesjid mewah-mewah di kampung tapi ga ada yg ngisi.
jadi patwal pejabat sombongnya bukan maen, maen tabrak, maen bunuh, maen gertak rakyat, padahal yg dikawal tak lebih dari seorang pelayan.
jadi karyawan minyak bangganya bukan maen, dipuji-puji sana sini, dicari-cari calon mertua buat dijadiin menantu, padahal minyaknya lari ke amerika semua.
jadi PNS bangganya bukan main padahal kerjanya keluar negri dengan dalih studi banding, pulang-pulang bawa belanjaan ratusan juta, mudahnya keluar negri kayak beli kacang.
jadi musisi bangganya bukan main padahal kerjanya mengkhianati imajinasi sendiri, melayani pasar, tunduk kepada modal.
kita sebegitu tunduknya sama bos, disuru ini itu seneng, dapet kepercayaan, tapi kepercayaan dari tuhan kita lalaikan, menyedihkan.
kenapa kita ga bangga buat jadi pelayan tuhan? kenapa kita ga bangga jadi pedagang?
di sini, jadi pelayan manusia adalah sebuah kebanggaan tak terperi.

Read Full Post »