Feeds:
Posts
Comments

Archive for February, 2012

pemikiran dibawah disampaikan seseorang di milis sebelah dan saya sudah dapat izin untuk publish disini, saya sepakat dengan pemikiran seperti ini :

Ga akan ada habisnya sih gan ngomongin dunia PENDIDIKAN di INDONESIA…

Ane sih mikirnya emang sistemnya yang salah…Nih ane bandingkan aja sistem pendidikan jaman ane dulu dengan sekarang:

1. Jaman dulu ane masih menerima pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila) yang sekarang diganti PPKn lalu menjadi PKn (Pendidikan Kewarganegaraan)…
Perbedaannya jelas banget saat masih PMP kita lebih banyak diajarkan tentang moral terhadap lingkungan, tentang saling menghargai, toleransi, tenggang rasa…sedangkan di PKn anak2 disuruh belajar tentang aturan2 di negara ini…Logikanya?Mau bikin generasi2 yang patuh terhadap aturan negara tapi gimana bisa wong moralnya aja ga dibina???

2. Jumlah jam pelajaran agama sekarang dikurangi, jaman ane dulu jam pelajaran agama itu terdiri dari 2 jam teori dan 2 jam praktek dalam seminggu, sekarang hanya teori doang…Makin banyak yang ga tau agama kan jaman sekarang?sampe2 ada FENOMENA ABG2 LABIL BODOH yg ingin bikin agama gara2 ngefans sama boyband ga jelas…

3. Pemerintah hnaya memikirkan target dan hasil akhir sebagai sebuah indikator kemajuan pendidikan di negeri ini…hasilnya?Nilai UAN palsu…
Bukan ngebandingin jman EBTANAS dulu sewaktu kelulusan masih ditentukan oleh sekolah dan tidak dipatok nilai minimal melainkan nilai rata2, Nilai yang didapatkan siswa cenderung asli, bahkan ga jarang kita menemukan nilai MERAH dalam Ijazah…tapi Ane berani taruhan Orang2 jaman EBTANAS yang nilainya MERAH, masih lebih cerdas dibandingkan anak sekarang yang nilai UAN-nya diatas 8…Salah satu indikatornya…ane pernah nanya sama keponakan ane yang baru lulus SMA dengan nilai yang wah…pertanyaannya simpel tau FAO ga?dia jawab apaan tuh?WTF…!???dia Anak IPS dengan nilai wah ga tau organisasi FAO…???

4. Orang tua jaman sekarang cenderung menganggap bahwa kesuksesan anak itu bila si anak dapat meraih nilai tinggi di sekolahnya, sehingga mereka memaksakan kehendak mereka pada si anak dengan memberikan jadwal2 yang padat untuk mereka emenjak mereka kecil seperti les atau yang lainnya, sehingga anak2 tersebut kekurangan waktu untuk bermain dengan teman2nya…Hasilnya?Nilai boleh bagus di sekolah tapi kemampuan si anak dalam berinteraksi sosial akan lemah, sehingga akan muncul2 sifat egoistis, ketidak pedulian, dan hanya menghasilkan generasi bermental tempe yang baru digetak sama guru udah lapor polisi…beraninya keroyokan dengan alasan solidaritas tanpa tau maknanya…

5. Majunya teknologi tidak diimbangi dengan kesiapan bangsa ini untuk memanfaatkannya…hasilnya?Video bokep buatan anak sekolah hampir setiap hari diproduksi…ababil2 pada berlomba2 foto telanjang dan di simpan dalam HP lalu akhirnya tersebar…

Jujur ane enek ngeliat kemorosotan moral di negeri ini…
Buat kalian yang peduli lebih baik ayo berlomba2 untuk memperbaiki diri kita masing2…percuma juga menyalahkan siapa2 karena toh itu ga akan merubah apa2…kalo KITA INGIN PERUBAHAN MAKA RUBAHLAH DIRI KITA MENJADI PRIBADI2 YANG LEBIH BAIK, BERMORAL, BERBUDAYA, DAN BAYANGKAN KETIKA KITA SEMUA DAPAT MEMPERBAIKI DIRI SENDIRI MAKA NEGERI INI AKAN TERPERBAIKI DENGAN SENDIRINYA…

satu lagi faktor yang paling penting adalah faktor orang tua, orang tua adalah benteng pertama dari pendidikan anak, kalau orang tua sibuk cari uang demi membahagiakan anak (bahagia yang salah kaprah) agar anak bisa sekolah di sekolah internasional, dibelikan blekberi, dan fasilitas mewah yang seharusnya belum pantas untuk anak seusianya. bagi saya, uang bukanlah yang utama, waktu bersama keluarga tak bisa dibeli terutama di kota jakarta ini, dimana arus kehidupan berjalan sangat deras.

pendidikan agama oleh orang tua adalah nomor 1, kebanyakan orang tua lebih senang untuk memanggil guru piano ketimbang guru ngaji, memasukkan anaknya ke tempat les seribu les ketimbang mengantarkan anaknya ke pesantren kilat, agar anaknya bisa menjadi selebriti terkenal dan menghasilkan banyak uang, berhasil sudah agenda jahat kapitalis menguasai pikiran kita dengan orientasi uang uang uang uang, sama seperti gober bebek.

hasilnya bisa kita nikmati nanti beberapa tahun lagi, manusia-manusia kaya tapi hatinya fakir miskin, anti sosial, tidak peka terhadap lingkungan, liberalis bertindak seenak perut, tanpa pernah lagi menengok moral luhur bangsa kita yang luhur, mereka semua menjadi manusia robot mesin uang, manusia ber-EQ dan SQ rendah, jika disulut api sedikit langsung emosi dan berbuah tawuran dan kerusuhan. mari kita sebagai orang tua dan calon calon orang tua hendaknya TIDAK menjadikan uang sebagai tujuan hidup kita, beri perhatian lebih kepada anak anak kita yang butuh kita sebagai orang tua yang bijak, kawan yang dapat memahami mereka, motivator yang bisa menyemangati mereka, penggembleng mereka sebelum menjalani hidup yang keras. ubah sistem pendidikan, kalau belum bisa, didik anak kita menjadi pribadi bermoral luhur yang akan mengubah sistem pendidikan sekarang ini!

Advertisements

Read Full Post »