Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘critical overviews’ Category

Pagi ini saya cukup dikejutkan oleh teman saya yang mendapat kiriman sebuah ransel gunung/kerir dengan merek deuter. Kenapa? karena saya menduga kuat bahwa kerir tersebut tidak asli, alias cemti, alias KW alias *lagi2* ORI MADE IN VIETNAM. #sigh

Sesuai dengan hukum permintaan dan penawaran bahwa melonjaknya peminat deuter akhir-akhir ini membuat merk asal jerman tersebut menaikkan harga deuter disini agar setara dengan harga global setelah sebelumnya harga deuter dibandrol cukup miring. Meningkatnya harga jelas berhubungan dengan meningkatnya produksi deuter (terduga) fake untuk memenuhi kebutuhan kantong penggemar deuter yang ‘berbudget lama’ alias budget yang ada hanya cukup untuk beli deuter pada saat harga sebelum terjadi kenaikan. Ditambah beberapa pendaki pemula begitu terkesima dengan performa deuter sehingga terobsesi untuk memiliki deuter dan tidak tertarik dengan merk lain yang masih harga lama, obsesi buta mungkin, mesti deuter!

Setahu saya deuter memproduksi barang untuk pasar indonesia di vietnam, tentunya dengan QC ketat ala jerman untuk menjamin presisi engineering produknya. Versi (terduga) cemti, KW, fake, atau ori made in vietnam biasanya diproduksi di luar pabrik mungkin dengan bahan-bahan yang sama persis tapi kemungkinan besar tidak melalui QC, sehingga hal paling fatal menurut saya adalah :

Kita tidak membeli ‘engineering’ jerman, melainkan hanya fisik, penampakan, cap deuter dan sejenisnya.

 

Harga kerir (terduga) fake (deuter futura 32) adalah 700 ribu rupiah. Di tandike, harga resminya 1.050.000 rupiah. Teman-teman juga bisa mendeteksi dari ‘anomali’ harga.

berikut akan saya lampirkan foto-foto kecurigaan saya bahwa deuter yang saya temukan pagi ini (deuter merah, futura 32) adalah (terduga) palsu :

1. Jelas, tidak ada kode barang

ImageImage

2. jaring-jaring di punggung, yang (terduga) fake lemes, menempel pada bodi tas, ga tegang seperti yang asli. deuter asli jelas tegang dan memiliki jarak yang jauh (sekitar 2-4cm dari bodi)

ImageImage

Image

3. kelengkungan frame bawah yang kurang. deuter asli (frame putih) sangat lengkung

Image

4. Bahan frame beda, yang asli dr alumunium finishing perak glossy, dibaut oleh baut bulet seperti paku payung. yang (terduga) fake framenya hitam, dibaut asal2an dengan baut tempa kasar

Image

Image

5. sedikit perbedaan di logo yang kasat mata, (terduga) fake fontnya sedikit lebih gemuk mungkin sebab benangnya lebih gemuk, dan kurang rapih. perbedaan yang cukup signifikan ada pada bagian bawah huruf e, yang asli, bersih. sangat sulit memang membedakannya, harus dibandingkan dg deuter asli.

Image

Perbedaan yang bisa diteliti juga ada pada jahitan, perhatikan kerapihan jahitan dan bandingkan dengan pola2 jahitan asli.

Cukup segitu saja dulu cara meneliti deuter, hal ini penting buat teman-teman yang suka merk jerman, mementingkan ke-otentik-an suatu barang dan yang menomorsatukan faktor ‘engineering’ sehingga dana besar yang dikeluarkan tidak membuat hati ngenes.

Dimana mencari deuter asli? setahu saya distributor resmi dan satu-satunya ada di tandike, salah satu cabangnya di mas akleen kaskus

http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000012289185/akleen-outdoor-equipment-deuterlafumavaudetrangiabealpetzlhi-tecdll/

Harga kerir (terduga) fake (deuter futura 32) adalah 700 ribu rupiah. Di tandike, harga resminya 1.050.000 rupiah. Teman-teman juga bisa mendeteksi dari ‘anomali’ harga.

Saya pemakai deuter mulai dari tahun lalu, memiliki dua buah tas deuter, dan kantor saya juga memiliki beberapa kerir deuter, semuanya didapat dari tandike, jadi bisa langsung diteliti.

Semoga informasi ini bisa membantu teman-teman agar berhati-hati membeli barang mahal.

Advertisements

Read Full Post »

Rucksack Jack Wolfskin Alpine Trail 40 liter adalah kerir kelas kecil-menengah yang diperuntukkan untuk pendakian kelas alpine dimana beban yang ditanggung tidak terlalu berat dan bentuknya cenderung ‘V’ (v-shape) untuk memudahkan pendakian ala pegunungan alpine yang seringkali berurusan dengan rock climbing. Keseimbangan kerir ini terbilang baik, ‘body-roll’ yang biasa dirasakan pada kerir-kerir lokal nyaris tidak terasa disini, dengan berat hanya 1.5kg kerir ini nyaman dipakai untuk UL (ultra-light) hiking. Kompensasinya, bagian-bagian empuk banyak dihilangkan dan bahan tas menjadi lebih tipis dibanding kerir biasa.

Tulisan ini hanya untuk membantu teman-teman yang ingin membeli produk jack wolfskin untuk mengenali seri Alpine Trail 40 liter yang asli-original-otentik, mengingat makin kesini makin banyak beredar kerir jack wolfskin yang ‘ori made in vietnam’.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan made in vietnam, pabrik-pabrik merek top jerman ada di sini, sebut saja deuter, adidas, jack wolfskin dkk. cuma saya pribadi penggemar berat merek-merek jerman dan kudu otentik, merasa ngenes dengan harga cukup tinggi, sebut saja bisa mencapai jutaan rupiah tapi barang yang kita beli ternyata bukan ori walaupun kata sellernya ori made in vietnam.

Barang-barang ‘ori made in vietnam’ ini mungkin saja dibuat di luar pabrik dengan bahan-bahan yang sama dan kualitas yang terlihat sama persis yang sulit dibedakan antara asli atau ‘ori made in vietnam’.

Bedanya apa kalo secara penampakan nyaris sama?

Engineering

Ya, harga mahal yang kita beli adalah segi engineering merek-merek jerman tersebut. Tentang bagaimana barang itu berfungsi baik dengan fitur-fitur yang ditawarkannya, sebut saja back system, rangka, hip belt system, dan lain-lain.

Berikut akan langsung saja saya cantumkan gambar untuk mengenali jack wolfskin asli:

1. Paling vital, di bagian tali pengencang untuk menutup kompartemen utama, kalau ini sudah berbeda dapat dipastikan fake

Image

2. Petunjuk saat darurat, seperti halnya deuter, petunjuk ini tercetak pada bagian dalam head dari si kerir, ga ada ini? bisa jadi fake 🙂Image

3. Tali pengencang untuk palu pemecah es, untuk alpine trail 40, bentuk kuncinya harus seperti ini.

Image

4. di kedua sisi hip belt, ada opsional kantong tambahan, bisa dibongkar pasangImage

Image

5. Seperti biasa si peluit oren selalu menemani di strap dada

Image

6. Kuncian khas alpine trail 40Image

7. Terakhir, bagian punggungnya.

Image

tulisan ini dibuat berdasarkan kepemilikan pribadi dan referensi dari:

http://www.kaskus.co.id/post/527762bd18cb17855b000007#post527762bd18cb17855b000007

http://boughil.blogspot.com/2013/03/jack-wolfskin-denali-original-vs-jack.html

Read Full Post »

Babi dilarang dalam Alquran

Alquran melarang konsumsi babi tidak kurang dari 4 tempat yang berbeda-beda. Hal ini dilarang dalam surat 2:173, 5:3, 6:145 dan 16:115.

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, “ [Al-Qur’an 5:3]

ayat-ayat Al Qur’an di atas cukup untuk memenuhi bagi Muslim mengapa babi diharamkan.

 

Tolong yang jelas-jelas udah ada di kitab suci jangan dibikin becandaan dan jangan digampangkan. Jewish saja amat taat sama soal yg satu ini sampe mereka bela2in bikin produk daging kosher Hebrew National. Jangan sampe kita yang muslim malah ngegampangin firman Tuhan.

Read Full Post »

2013, beberapa kabar buruk menghampiri saya, rusaknya alam semeru, dan tingkat penurunan populasi edelweiss (Anaphalis Javanica) yang mengkhawatirkan di alun-alun suryakencana dan beberapa gunung lain di indonesia. Hal ini sangat mengusik pikiran saya untuk menulis sebuah tulisan tentang sumbangsih kita demi kelestarian alam.

Mungkin entah karena banyaknya promosi tentang kegiatan alam bebas terutama pendakian gunung baik lewat jambore, film (if you know what i mean), gathering, dan lain sebagainya yang tanpa panduan dasar konservasi yang baik, beberapa kabar buruk tersebut menghampiri kita. Seperti kata mendiang Norman Edwin, “mau kemana pecinta alam indonesia?”.

Banyak yang terbius, euforia, memetik edelweiss sebagai lambang (semu) keabadian cinta (“mendingan lu pada nikah sana, biar tau apa arti kasih sayang” _Basuki T. Purnama (Ahok), 2013.), MENAKLUKAN gunung sebagai simbol kegagahan dan kejantanan, memamerkan cerita dan blablablabla.

Lupakah kita pada kata-kata mendiang Idhan Lubis :

” Aku tidak pernah berniat menaklukan gunung!
Mendaki gunung hanyalah bagian kecil dari pengabdian…
… pengabdianku kepada Yang Maha Kuasa! ”
Idhan Lubis, 10 Maret 1969

Ya, mendaki gunung adalah pengabdian kepada Yang Maha Kuasa! oleh karena itu wajib ada suatu pemahaman dasar pada pribadi-pribadi yang akan melakukan pendakian. Saya tidak akan mengurai berbagai macam teori, tetapi lebih kepada pengalaman saya mblasak-mblusuk alam bebas sebagai newbie. Saya juga tidak akan banyak membahas tentang persiapan peralatan, dan fisik karena sudah banyak di mesin pencarian dunia maya.

Here we come! :

Konservasi, apa itu?

http://www.belantaraindonesia.org/2012/12/mengenal-konservasi-alam.html

Apabila merujuk pada pengertiannya, konservasi didefinisikan dalam beberapa batasan, sebagai berikut :

1. Konservasi adalah menggunakan sumber daya alam untuk memenuhi keperluan manusia dalam jumlah yang besar dalam waktu yang lama ( American Dictionary ).

2. Konservasi adalah alokasi sumber daya alam antar waktu ( generasi ) yang optimal secara sosial ( Randall, 1982 ).

3. Konservasi merupakan manajemen udara, air, tanah, mineral ke organisme hidup termasuk manusia sehingga dapat dicapai kualitas kehidupan manusia yang meningkat termasuk dalam kegiatan manajemen adalah survai, penelitian, administrasi, preservasi, pendidikan, pemanfaatan dan latihan ( IUCN, 1968 ).

4. Konservasi adalah manajemen penggunaan biosfer oleh manusia sehingga dapat memberikan atau memenuhi keuntungan yang besar dan dapat diperbaharui untuk generasi – generasi yang akan datang ( WCS, 1980 ). Royal Essays

Kata kuncinya adalah pengelolaan, terbarukan, optimalisasi, pemeliharaan.

Ya, konservasi adalah pemeliharaan, dalam hal pendakian, sejauh mana kah kepedulian kita pada sebuah usaha pemeliharaan alam?

Dalam sebuah pendakian, saya menemukan semak beri hutan https://i0.wp.com/www.ars.usda.gov/images/docs/15552_15746/wild4web.jpg

Dasar saya masih bodoh, beri-beri tersebut saya ambil dengan tamak, jadikan cemilan sepanjang perjalanan, di suatu malam saya berpikir, ini adalah sebuah intervensi jahat saya terhadap rantai makanan, jika saya setamak ini dan pendaki-pendaki lain mempunyai pemikiran yang sama dengan saya, berapa banyak beri hutan yang akan habis? apa yang akan kita sisakan pada burung-burung liar? jika burung-burung tersebut makin berkurang jumlahnya akibat makanan mereka yang kita rampas, hal ini jelas akan merusak keseimbangan alam liar! jumlah hewan lain pun secara berantai akan berkurang! maka selepas peristiwa tersebut, saya ingin mengkampanyekan makanlah apa yang kita bawa, jangan sampai kita tamak merampas makanan penghuni alam bebas tersebut, kecuali kita dalam keadaan kehabisan makanan dan darurat tentunya.

Hal yang sama berlaku untuk edelweiss, cantigi, dan lain-lain, apa kita akan mewarisi edelweiss hanya lewat gambar kepada anak cucu kita? bukankah ia lebih cantik berada di tempatnya? seringkali kita berjalan tidak melihat bibit-bibit edelweiss yang kecil-kecil, sehingga terinjak oleh sepatu-sepatu gagah kita, mereka tidak kita beri kesempatan hidup oleh kelengahan kita. begitu pula dalam mendirikan tenda, usahakan dirikan tenda pada saat masih terang sehingga kita masih sempat meneliti apakah tenda kita menindih dan merusak bibit-bibit edelweiss yang punya hak hidup sama dengan kita.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya,

Pasal 21

(1) Setiap orang dilarang untuk :

a. mengambil, menebang, memiliki, merusak, memusnahkan, memelihara, mengangkut, dan
memperniagakan tumbuhan yang dilindungi atau bagian-bagiannya dalam keadaan hidup atau
mati;

b. mengeluarkan tumbuhan yang dilindungi atau bagian-bagiannya dalam keadaan hidup atau mati
dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya,

KETENTUAN PIDANA

Pasal 40

(1) Barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 19 ayat (1) dan Pasal 33 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10
(sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp. 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

(2) Barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasal 33 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling
lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

(3) Barang siapa karena kelalaiannya melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 19 ayat (1) dan Pasal 33 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling
lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

https://i1.wp.com/p.twimg.com/ArpnWgjCMAAowPK.jpg:large

Begitu pula dengan cantigi, pendaki yang kedinginan kerap menebang kayunya hanya untuk menikmati kehangatan melalui api unggun, banyak pendaki yang berpikiran seperti itu sehingga sangat berbahaya untuk keberlansungan tumbuhan cantik ini.

https://hanifprincestrat.files.wordpress.com/2013/02/cantigi.jpg?w=300

Antisipasi kedinginan? ya bawalah jaket yang banyak, sleeping bag, tenda, selimut survival, dan kompor! ya kompor, saya dengan berhati-hati menyalakan kompor kecil di dalam tenda tertutup selama kurang lebih 5 menit untuk menghangatkan tenda, cukup untuk menghangatkan tubuh sebelum tidur. lakukanlah apapun yang bisa kita lakukan untuk alam.

Prinsip-prinsip konservasi sebenarnya mudah :

– Jangan tinggal apapun kecuali jejak

– Jangan ambil apapun kecuali gambar

– Jangan bunuh apapun kecuali waktu

Tanyakan kepada diri kita sendiri, apa kita rela jika danau sesuci dan sebersih ini tercemari sampah? sabun mandi? sabun cuci? sampo? buang air? sedang air dari danau ini ya itu-itu saja, terperangkap bertahun-tahun disana. akankah kita wariskan kepada teman-teman, anak-cucu kita air yang tercemar ke-masa-bodoh-an kita? masih berani kah kita egois akan ciptaan Tuhan secantik ini?

https://i0.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/b/bd/Ranu_kumbolo.jpg

jangan pernah membawa sabun, deterjen dan bahan kimia sejenisnya ke alam bebas, kita bisa pakai hand sanitizer dan sejenisnya, selama melakukan pendakian semeru, selama 4 hari saya tidak buang air besar, jika ada teman yang tak tahan, maka saya menghimbau untuk menghindari sumber air, menghindari jalan setapak, menggali tanah untuk BAB dengan sekop kecil agar tak terinjak teman-teman kita yang lain. sayangilah alam, maka alam akan membalasmu dengan seribu kebaikan.

Sekarang mengenai sampah, terutama sampah plastik, prinsip utama adalah bawalah pulang kembali sampah yang kita hasilkan di alam liar! dengan ini jelas bahwa kita akan mengurangi sampah di gunung. sudah ada beberapa penggiat gunung bukan tempat sampah seperti kawan-kawan dari trashbagcommunity yang sangat concern terhadap usaha sterilisasi gunung dari sampah.

Tips lain untuk me-manage sampah dengan baik adalah sebelum pendakian hendaknya kita membeli kemasan sachet besar untuk minuman ketimbang sachet kecil yang akan menghasilkan banyak sampah. untuk misalnya mie instan atau makanan lain seperti biskuit/roti kita bisa membuka kemasannya dan menyatukannya dalam wadah besar yang bisa digunakan berulang-ulang seperti kotak makan. hindari membawa air minum wadah gelas yang juga dapat menghasilkan sampah yang banyak. bawalah botol minum besar, bisa 500-1500 liter, isi dari rumah.

Selain itu penulis berpesan agar segala sesuatu kita niatkan dengan baik, alam akan memberimu seribu kebaikan, niatkan pendakian hanya untuk pengabdian kepadaNya. bawa peralatan yang baik dan lengkap, jangan pernah meremehkan alam, lakukan manajemen rute, manajemen perbekalan, manajemen air, manajemen pengolahan makanan, manajemen sampah dan manajemen konservasi.

Tulisan ini adalah hutang kepada ‘bapak’ saya, teman saya, guru saya,

Don Hasman,

penjelajah dan fotografer legendaris dunia,

semoga tulisan ini mampu menyumbangkan sesuatu bagi teman-teman yang akan melakukan pendakian, kita masih sama-sama belajar, jangan pernah berhenti untuk belajar. ada link menarik tentang konservasi yang juga bisa dilihat di sini http://www.belantaraindonesia.org/search/label/konservasi

Read Full Post »

Maaf copas lagi, tp tulisan ini terlalu bagus untuk disimpan sendiri, enjoy :

Kiai Sudrun berkata kepada cucunya, seorang sarjana yang tadi siang diwisuda.

“Di zaman dahulu kala terdapatlah makhluk yang bernama Kebudayaan Barat. Pada masa itu tak ada barang di muka bumi ini yang dikutuk orang melebihi kebudayaan barat sehingga ia dianggap sedikit saja lebih baik dari anjing kurap. Pada masa itu pula tak ada sesuatu pun dalam kehidupan yang dipuja orang melebihi kebudayaan barat sehingga terkadang ia melebihi Tuhan”.

“Ini kisah aneh apa lagi?” bertanya sang cucu.

“Kaum Muslim pada waktu itu sedang mencapai puncak semangatnya untuk memperjuangkan agamanya, menemukan identitas dan bentukan kebudayaannya sendiri”, si kakek melanjutkan, “akan dipandanglah kebudayaan barat itu oleh mereka dengan penuh rasa najis, serta dipakailah barang-barang kebudayaan barat itu dengan penuh rasa sayang dan kebanggan”.

“Lagi-lagi soal kemunafikan!”

“Tak penting benar soal kemunafikan itu dalam kisah ini”, jawab Kiai Sudrun,

“Setidak-tidaknya engkah sudah paham persis masalah itu, dan lagi yang hendak aku ceritakan kepadamu adalah soal lain”.

Sang cucu diam mendengarkan.

“Kaum Muslim pada waktu itu mempertentangkan Islam dengan kebudayaan barat seperti mempertentangkan cahaya dengan kegelapan atau malaikat dengan setan. Padahal sampai batas tertentu, para pelaku kebudayaan barat itu sendirilah yang dengan ketekunan amat tinggi melaksanakan ajaran Islam”.

“Kakek sembrono, ah”.

“Tak ada yang melebihi mereka dalam melaksanakan kewajiban Iqra’, meskipun kemudian disusul oleh sebagian bangsa-bangsa tetangganya. Tak ada yang melebihi mereka dalam kesungguhan menggali rahasia ilmu dan mengungkap kemampuan-kemampuan alam. Mereka telah membawa seluruh umat manusia memasuki keajaiban demi keajaiban. Mereka mengantarkan manusia untuk mencapai jarak tertentu dalam waktu satu jam sesudah pada abad sebelumnya mereka memerlukan perjalanan berbulan-bulan lamanya. Mereka mempersembahkan kepada telinga dan mata manusia berita dan pemandangan dari balik dunia yang berlangsung saat itu juga. Mereka telah memberi suluh kepada pengetahuan manusia untuk mengetahui yang lebih besar dari galaksi serta yang sejuta kali lebih lembut dari debu”.

“Dimuliakan Allahlah mereka”, sahut sang cucu.

“Benar”, jawab kakeknya, “kalau saja mereka meletakkan hasil Iqra’ itu di dalam kerangka bismi rabbikalladzi khalaq. Seandainya saja mereka mempersembahkan ilmu dan teknologi itu untuk menciptakan tata hidup yang menyembah Allah. Seandainya saja mereka merekayasa kedahsyatan itu tidak untuk penekanan dalam politik, pemerasan dalam ekonomi, sakit jiwa dalam kebudayaan, serta kemudian kebuntuan dan keterpencilan dalam peradaban”.

“Apa rupanya yang mereka lakukan?”

“Memelihara peperangan, mendirikan berhala yang tak mereka ketahui sebagai berhala, menumpuk barang-barang yang sesungguhnya tak mereka perlukan, pura-pura menyembah tuhan dan bersenggama dengan binatang”.

“Anjing kurap!” teriak sang cucu.

“Memang demikian sebagian dari Kaum Muslim, memaki-maki, tapi kebanyakan dari mereka bergabung menjadi pelaku dari pembangunan yang mengarah kepada kebudayaan yang semacam itu.”

“Munafik!” sang cucu berteriak lagi.

“Menjadi seperti kau inilah sebagian dari Kaum Muslim di masa itu. Dari sekian cakrawala ilmu anugerah Allah mereka mengembangkan satu saja, yakni kemampuan untuk mengutuk dan menghardik. Tetapi kemudian karena tak ada sesuatu pun yang berubah oleh kutukan dan hardikan, maka mereka pun pergi memencilkan diri; melarikan diri ke dalam hutan sunyi, mendirikan kampung-kampung sendiri — di pelosok belantara atau di dalam relung kejiwaan mereka sendiri. Mereka menjadi bala tentara yang lari terbirit-birit meninggalkan medan untuk menciptakan dunianya sendiri. Mereka ini mungkin kau sebut kerdil, tetapi sesungguhnya itu masih lebih baik dibandingkan kebanyakan orang lain yang selalu berteriak sinis “Kalian sok suci!” atau “Kami tak mau munafik!” sementara yang mereka lakukan sungguh-sungguh adalah kekufuran perilaku dan pilihan. Namun demikian tetaplah Allah Maha Besar dan Maha Adil, karena tetap pula di antara kedua kaum itu dikehendakiNya hamba-hamba yang mencoba merintis perlawanan di tengah medan perang. Mereka menatap ketertinggalan mereka dengan mata jernih. Mereka ber-iqra’, membaca keadaan, menggali dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan kesanggupan mengolah sejarah, sambil diletakkannya semua itu dalam bismi rabbi. Ilmu ditimba dengan kesadaran dan ketakjuban Ilahiyah. Teknologi ditaruh sebagai batu-bata kebudayaan yang bersujud kepada Allah”.

“Maka lahirlah makhluk baru di dalam diri Kaum Muslim”, berkata Kiai Sudrun selanjutnya, “Gerakan intelektual. Orang dari luar menyebutnya intelektualisme-transendental atau intelektualisme-religius, meskipun Kaum Muslim sendiri menyebutnya gerakan intelektual — itu saja — sebab intelektualitas dan intelektualisme Islam pastilah religius dan transendental”.

“Dongeng kakek menjadi kering….” sahut sang cucu.

“Itu iqra’ namanya. Gerakan iqra’ yang ketiga sesudah yang dilakukan oleh Muhammad dan kemudian para ilmuwan Islam yang kau ketahui menjadi sumber pengembangan kebudayaan barat”.

Sang cucu tak memrotes lagi.

“Akan tetapi mereka, Kaum Muslim itu, adalah — kata Tuhan — orang-orang yang berselimut. Mudatstsirun. Orang-orang yang hidupnya diselimuti oleh berbagai kekuatan tak bismi rabbi dari luar dan dari dalam diri mereka sendiri. Selimut itu membuat tubuh mereka terbungkus dan tak leluasa, membuat kaki dan tangan mereka sukar bergerak, serta membuat hidung mereka tak bisa bernafas dengan lega.”

Sang cucu tersenyum.

“Kepada manusia dalam keadaan terselimut itulah Allah berfirman qum! Berdirilah. Tegaklah. Mandirilah. Lepaskan diri dari ketergantungan dan ketertindihan. Untuk tiba ke tahap mandiri, seseorang harus keluar terlebih dahulu dari selimut. Ia tak akan bisa berdiri sendiri bila terus saja membiarkan diri terbungkus kaki tangannya serta terbungkam mulutnya.”

Sang cucu tersenyum lebih lebar.

“Firman berikutnya adalah fa-andzir! Berilah peringatan. Lontarkan kritik, teguran, saran, anjuran. Ciptakan kekuatan untuk mengontrol segala sesuatu yang wajib dikontrol.” Sampai di sini Kiai Sudrun tiba-tiba tertawa cekikikan, “Syarat untuk sanggup memberi peringatan ialah kemampuan untuk mandiri. Syarat untuk mandiri ialah terlebih dahulu keluar dari selimut. Namun pada masa itu, cucuku, betapa banyak nenek moyangmu yang tak memperhatikan syarat ini. Mereka melawan kekuasaan padahal belum bisa berdiri tegak. Mereka mencoba berdiri padahal masih terbungkus dalam selimut….” Tertawa Kiai Sudrun makin menjadi-jadi.

Disusul kemudian oleh suara tertawa cucunya, “Kakek luar biasa!” katanya, “Kakek memang cerdas luar biasa!”

“Apa maksudmu?” bertanya Kiai Sudrun di tengah derai tawanya.

“Kakek menirukan hampir persis segala yang kuceritakan kepada kakek tadi malam dari buku-buku kuliahku”.

Mereka berdua tertawa terpingkal-pingkal.

1987 Emha Ainun Nadjib

Read Full Post »

pemikiran dibawah disampaikan seseorang di milis sebelah dan saya sudah dapat izin untuk publish disini, saya sepakat dengan pemikiran seperti ini :

Ga akan ada habisnya sih gan ngomongin dunia PENDIDIKAN di INDONESIA…

Ane sih mikirnya emang sistemnya yang salah…Nih ane bandingkan aja sistem pendidikan jaman ane dulu dengan sekarang:

1. Jaman dulu ane masih menerima pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila) yang sekarang diganti PPKn lalu menjadi PKn (Pendidikan Kewarganegaraan)…
Perbedaannya jelas banget saat masih PMP kita lebih banyak diajarkan tentang moral terhadap lingkungan, tentang saling menghargai, toleransi, tenggang rasa…sedangkan di PKn anak2 disuruh belajar tentang aturan2 di negara ini…Logikanya?Mau bikin generasi2 yang patuh terhadap aturan negara tapi gimana bisa wong moralnya aja ga dibina???

2. Jumlah jam pelajaran agama sekarang dikurangi, jaman ane dulu jam pelajaran agama itu terdiri dari 2 jam teori dan 2 jam praktek dalam seminggu, sekarang hanya teori doang…Makin banyak yang ga tau agama kan jaman sekarang?sampe2 ada FENOMENA ABG2 LABIL BODOH yg ingin bikin agama gara2 ngefans sama boyband ga jelas…

3. Pemerintah hnaya memikirkan target dan hasil akhir sebagai sebuah indikator kemajuan pendidikan di negeri ini…hasilnya?Nilai UAN palsu…
Bukan ngebandingin jman EBTANAS dulu sewaktu kelulusan masih ditentukan oleh sekolah dan tidak dipatok nilai minimal melainkan nilai rata2, Nilai yang didapatkan siswa cenderung asli, bahkan ga jarang kita menemukan nilai MERAH dalam Ijazah…tapi Ane berani taruhan Orang2 jaman EBTANAS yang nilainya MERAH, masih lebih cerdas dibandingkan anak sekarang yang nilai UAN-nya diatas 8…Salah satu indikatornya…ane pernah nanya sama keponakan ane yang baru lulus SMA dengan nilai yang wah…pertanyaannya simpel tau FAO ga?dia jawab apaan tuh?WTF…!???dia Anak IPS dengan nilai wah ga tau organisasi FAO…???

4. Orang tua jaman sekarang cenderung menganggap bahwa kesuksesan anak itu bila si anak dapat meraih nilai tinggi di sekolahnya, sehingga mereka memaksakan kehendak mereka pada si anak dengan memberikan jadwal2 yang padat untuk mereka emenjak mereka kecil seperti les atau yang lainnya, sehingga anak2 tersebut kekurangan waktu untuk bermain dengan teman2nya…Hasilnya?Nilai boleh bagus di sekolah tapi kemampuan si anak dalam berinteraksi sosial akan lemah, sehingga akan muncul2 sifat egoistis, ketidak pedulian, dan hanya menghasilkan generasi bermental tempe yang baru digetak sama guru udah lapor polisi…beraninya keroyokan dengan alasan solidaritas tanpa tau maknanya…

5. Majunya teknologi tidak diimbangi dengan kesiapan bangsa ini untuk memanfaatkannya…hasilnya?Video bokep buatan anak sekolah hampir setiap hari diproduksi…ababil2 pada berlomba2 foto telanjang dan di simpan dalam HP lalu akhirnya tersebar…

Jujur ane enek ngeliat kemorosotan moral di negeri ini…
Buat kalian yang peduli lebih baik ayo berlomba2 untuk memperbaiki diri kita masing2…percuma juga menyalahkan siapa2 karena toh itu ga akan merubah apa2…kalo KITA INGIN PERUBAHAN MAKA RUBAHLAH DIRI KITA MENJADI PRIBADI2 YANG LEBIH BAIK, BERMORAL, BERBUDAYA, DAN BAYANGKAN KETIKA KITA SEMUA DAPAT MEMPERBAIKI DIRI SENDIRI MAKA NEGERI INI AKAN TERPERBAIKI DENGAN SENDIRINYA…

satu lagi faktor yang paling penting adalah faktor orang tua, orang tua adalah benteng pertama dari pendidikan anak, kalau orang tua sibuk cari uang demi membahagiakan anak (bahagia yang salah kaprah) agar anak bisa sekolah di sekolah internasional, dibelikan blekberi, dan fasilitas mewah yang seharusnya belum pantas untuk anak seusianya. bagi saya, uang bukanlah yang utama, waktu bersama keluarga tak bisa dibeli terutama di kota jakarta ini, dimana arus kehidupan berjalan sangat deras.

pendidikan agama oleh orang tua adalah nomor 1, kebanyakan orang tua lebih senang untuk memanggil guru piano ketimbang guru ngaji, memasukkan anaknya ke tempat les seribu les ketimbang mengantarkan anaknya ke pesantren kilat, agar anaknya bisa menjadi selebriti terkenal dan menghasilkan banyak uang, berhasil sudah agenda jahat kapitalis menguasai pikiran kita dengan orientasi uang uang uang uang, sama seperti gober bebek.

hasilnya bisa kita nikmati nanti beberapa tahun lagi, manusia-manusia kaya tapi hatinya fakir miskin, anti sosial, tidak peka terhadap lingkungan, liberalis bertindak seenak perut, tanpa pernah lagi menengok moral luhur bangsa kita yang luhur, mereka semua menjadi manusia robot mesin uang, manusia ber-EQ dan SQ rendah, jika disulut api sedikit langsung emosi dan berbuah tawuran dan kerusuhan. mari kita sebagai orang tua dan calon calon orang tua hendaknya TIDAK menjadikan uang sebagai tujuan hidup kita, beri perhatian lebih kepada anak anak kita yang butuh kita sebagai orang tua yang bijak, kawan yang dapat memahami mereka, motivator yang bisa menyemangati mereka, penggembleng mereka sebelum menjalani hidup yang keras. ubah sistem pendidikan, kalau belum bisa, didik anak kita menjadi pribadi bermoral luhur yang akan mengubah sistem pendidikan sekarang ini!

Read Full Post »

sdikit intermezzo, dari sumber terpercaya yg saya dapatkan, kemarin saat rapat divisi ‘new energy’ tempat saya bekerja dengan beberapa institusi ternama di bidang kebumian dan energi negeri ini, amerika bisa bertahan (ga kolaps) melewati tahun 2010 dan 2011 (krisis dahsyat) itu gara2 penemuan SHALE GAS dalam jumlah yang sangat besar, kalo mereka tidak menemukan shale gas (dg cadangan yang sangat besar) mereka bisa kolaps di krisis kemarin!

apa itu shale gas? dari http://geology.com/energy/shale-gas/

Quote:

What Is Shale Gas and Why Is It Important?Shale gas refers to natural gas that is trapped within shale formations. Shales are fine-grained sedimentary rocks that can be rich sources of petroleum and natural gas.

Horizontal Drilling and Hydraulic Fracturing

Over the past decade, the combination of horizontal drilling and hydraulic fracturing has allowed access to large volumes of shale gas that were previously uneconomical to produce. The production of natural gas from shale formations has rejuvenated the natural gas industry in the United States.

The U.S. Has Abundant Shale Gas Resources

Of the natural gas consumed in the United States in 2009, 87% was produced domestically; thus, the supply of natural gas is not as dependent on foreign producers as is the supply of crude oil, and the delivery system is less subject to interruption. The availability of large quantities of shale gas will further allow the United States to consume a predominantly domestic supply of gas.

According to the EIA Annual Energy Outlook 2011, the United States possesses 2,552 trillion cubic feet (Tcf) of potential natural gas resources. Natural gas from shale resources, considered uneconomical just a few years ago, accounts for 827 Tcf of this resource estimate, more than double the estimate published last year.

Enough for 110 Years of Use

At the 2009 rate of U.S. consumption (about 22.8 Tcf per year), 2,552 Tcf of natural gas is enough to supply approximately 110 years of use. Shale gas resource and production estimates increased significantly between the 2010 and 2011 Outlook reports and are likely to increase further in the future.

bayangin bro! amerika swasembada energi gas selama 110 TAHUN!!!!!

fasten your seatbelt bro, apa yang akan lo lakuin bro? kerja di perusahaan asing? ambil ilmunya terapin di kita? sampai kapan? apa bisa jamin ga keenakan disana dg gaji segunung? pulang, kerja di pribumi, bantu bangsa ini maju. jadilah penentu kebijakan di pemerintahan! takut ga bisa menghapuskan sistem korup di dalamnya dan terikut serta? banjirilah institusi2 pemerintahan, ‘usir’ tradisi-tradisi incumbent disana, beri gertakan nyata, ubah sistem, sulit memang, tapi harus begitu kalau mau maju.

ini contoh kisah ‘bunga bangsa’ yang akan pulang ke indonesia (jadi inget pak habibie) :

http://edukasi.kompas.com/read/2011/12/20/08581137/Sukses.di.Malaysia.Riza.Muhida.Pilih.Kembali.ke.Indonesia

mengenai potensi energi baru terbarukan indonesia

panasbumi :

total potensi kita merupakan yang TERBESAR di dunia, walau harga jual rendah dibanding migas, tapi bila dioptimalkan dapat membantu krisis energi listrik yang terjadi. selain itu ini adalah energi yang ramah lingkungan karena tak mencemari udara, sifatnya yang ‘lokal’ dalam arti tidak dapat ditransmisikan jarak jauh, tidak memungkinkan untuk diselundupkan keluar negeri.

http://psdg.bgl.esdm.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=841%3Asumber-daya-panas-bumi-indonesia-status-penyelidikan-potensi-dan-tipe-sistem-panas-bumi&catid=10%3Ageothermal&Itemid=1

CBM (coal bed methane/gas metan batubara) :

Potensi  CBM Indonesia sangat besar yaitu yaitu 453,3 TCF yang tersebar pada 11 cekungan hydrocarbon. Dari sumber daya tersebut, cadangan CBM  sebesar 112,47 TCF merupakan cadangan terbukti dan 57,60 TCF merupakan cadangan potensial. ( sumber http://www.esdm.go.id/berita/migas/40-migas/4401-shale-gas-indonesia-terdeteksi-di-7-cekungan.html )

Untuk apa CBM? membangkitkan tenaga listrik dari gas hasil eksploitasi CBM.

apa itu CBM?

Shale gas :

http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT4cSYfGX-vl6oQOCEUfma5d8tPsVDotTSGhKQ5NGUrvQ4Rz9hoMECPHnI

gambarnya terlalu kecil, tapi yang jelas potensi shale gas ini besar sekali, tersebar di selatan sumatra, tanjung kalimantan selatan, kutai kalimantan timur, dll.

sedangkan untuk shale gas, Direktur Hulu Pertamina Muhamad Husen, di Jakarta, Selasa (18/10), mengungkapkan potensi cadangan shale gas di Indonesia sangat besar dibandingkan cadangan kas konvensional. Dirjen Migas memperkirakan potensi cadangan shale gas mencapai 1.000 TCF, sedangkan gas konvensional hanya sekitar 170 TCF. ( sumber http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/73946 )

potensi shale gas yang update adalah 574 TCF ( http://www.esdm.go.id/berita/migas/40-migas/5214-potensi-shale-gas-indonesia-capai-574-tscf.html ).

Eksplorasi sumber energi tersebut akan menghidupkan denyut nadi kehidupan masyarakat setempat, ditambah lagi energi yang murah yang dihasilkan akan menghidupkan industri di indonesia, mengurangi ketergantungan dan ketergila-gilaan kita pada sesuatu yang bernama IMPOR (saya muak mendengar kata impor, apalagi impor garam). Kitapun sudah mampu mengelola sumber daya alam dengan kualitas SDM yang kita miliki, tinggal bagaimana edukasi kita ke pihak penentu kebijakan bahwa riset mengenai energi baru terbarukan ini sudah SANGAT MENDESAK dan perlu dijalani dengan sangat serius demi kemajuan bangsa, tidak hanya berpikir jangka pendek dan cari selamat masing-masing!

produksi migas kita memasuki fase penurunan, apa kita mau tergantung sama energi yang dijual amerika ketika energi kita habis? mereka makin leluasa menetapkan harga, kita tak sanggup membeli, datanglah IMF sebagai dewa penolong fantasi, menawarkan pinjaman demi pinjaman, bisa ditebak, bangkrut, habislah kita. Dalam riset kita bicara investasi bukan cost, keberhasilan yang tak bisa diukur dalam hitungan satu atau 2 tahun, tapi diatas 10 tahun mungkin baru kita bisa menuai hasilnya, maka itu riset tentang new and renewable energy harus digalakkan di indonesia, now or never!!!

*nb : penulis adalah geofisikis yang sedang melakukan riset di perusahaan pribumi tentang ‘energi baru terbarukan dan teknologi hijau’ yang mencakup CBM (gas metan batubara) dan ke depannya shale gas dan panasbumi sebagai energi baru terbarukan dan murah untuk membangkitkan listrik di Indonesia.

Read Full Post »

Older Posts »