Feeds:
Posts
Comments

Archive for October, 2010

because i’ve never look a little green circle in solaria’s logo, but mcd have one

any info would be great, i’ll never dine in solaria before i get halal certification status clearly

Advertisements

Read Full Post »

bermula dari kunjungan saya ke javarockinland2010 di ancol akibat tiket gratis dari teman saya yang ‘exhausted’ 2 hari sebelumnya, akhirnya saya pergi ke javarockinland dengan echa, dan padank.

pada suatu kesempatan, kami sepakat untuk menonton PURGATORY , sebuah band nu-metal (yang ternyata saya baru tahu) bernafaskan dakwah islamiyah

kenapa mereka saya anggap begitu? lihat saja beberapa trivia mereka :

-Dalam lagu “55:13”, inspirasinya dikutip dari Al-Qur’an dalam Surah Ar-Rahman ayat 13, yang artinya “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Then which favours of God will you deny?)

-Dalam lagu “Downfall : The Battle of Uhud”, inspirasi didapat dari cerita dalam Perang Uhud yang terjadi pada zaman kekhalifahan Rasulullah SAW.

-MOGERZ (dulu MOGERS) merupakan sebutan bagi pendengar dan penikmat lagu PURGATORY, diharapkan pula merupakan “pecinta” Rasulullah SAW.

-M.O.G.S.A.W. merupakan singkatan dari Messenger of God Sallallahu ‘Alayhi Wassalam, yang maknanya adalah Penyampai Wahyu Allah dan lebih kita kenal dengan Muhammad, Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wassalam.

tambahan

-salam satu jari (telunjuk mengarah ke udara adalah ajakan mereka untuk melakukan salam yang bermakna tauhid artinya Allah SWT itu satu, menggantikan salam metal selama ini yg kita kenal seperti ini  \m/ yang berarti simbol satan

-ada lagu shalawat untuk Rasulullah SAW

relevansinya dengan dakwah? ADA!!

mereka menyentuh suatu kaum, yaitu kaum metal, penggemar metal, laskar metal, metalhead, yang notabene ‘terlihat’ jauh dari yang namanya religius, dimana mereka berpakaian ala metal yang serba hitam, memakai beberapa aksesoris menyeramkan (walau tak seseram anak punk, hehe) dan banyak simbol-simbol satanik(setan) seperti bintang 5 terbalik dan tengkorak kambing.

dimana terlihat kontras sekali dengan adanya ‘kaum religius’ yang bersorban, bergamis, bercelana ngatung, berjenggot, nangkring di masjid yang berkewajiban untuk berdakwah lebih berkualitas karena diberi kesempatan Allah SWT untuk menimba ilmu lebih banyak di majelis-majelis yang dimuliakan Allah SWT.

tetapi yang saya kritisi, apakah mereka yang gaya hidupnya relatif sudah sesuai dengan apa yang diteladani Rasulullah SAW pernah, mau, berniat menyentuh kaum yang butuh dakwah seperti kaum metal??

lalu apakah mereka, kaum metal ini, mau datang ke mesjid, datang ke majelis-majelis, menghadiri kajian?

ada pemeo “semoga tuhan menurunkan hidayah kepada mereka, dan kalo mereka niat untuk berubah sesungguhnya tuhan lah yang menggerakkan hati mereka (dengan menyitir Ar-Ra’du ayat 11)” ucap kaum religius.

TIDAK! saya menganalisa, tidak hanya NIAT saja yang dibutuhkan disini untuk mengubah diri mereka tanpa adanya KESEMPATAN!!!

band metal seperti purgatory TELAH MEMBERIKAN KESEMPATAN itu untuk mereka, kaum metal, untuk menyentuh nikmat islam yang mungkin sebelumnya kurang mereka kenal. mungkin mereka setelah beribadah/bermajelis/berkajian, purgatory beranjak dari tempat relijius menuju ke panggung metal dengan crowd yang ‘tampak’ sangar, brutal. purgatory bergaya seperti mereka, menyeramkan, menyanyikan ‘bahasa’ mereka, ‘bahasa’ metal, berteriak-berteriak, bertakbir keras-keras, bershalawat dalam bahasa metal, raungan distorsi, gebukan drum dan cabikan bas yang gila-gilaan, menerjemahkan firman Allah kedalam ‘bahasa’ metal untuk merasuki jiwa-jiwa kaum metal.

purgatory menjelma seperti batu yang tercelup ke dalam air, ikut basah tetapi tidak larut!! ikut fashion mereka, ikut ‘berbahasa’ mereka, supaya dakwah itu sampai dan diterima dengan sangat mudahnya oleh kaum metal tetapi tidak ikut akan hal-hal yang dilarang Allah SWT (kalo ada personel yang minum alkohol di band mereka, maka personil itu dipecat)

bukankah Allah SWT juga berfirman dalam bahasa manusia agar manusia dapat memahamiNya??

saya yakin ‘bahasa’ mesjid tidak akan sampai dan diterima begitu mudahnya pada kaum metal.  saya berharap akan lebih banyak kaum-kaum religius yang sejenak rela meninggalkan majelisnya, memberi kesempatan pada metalhead untuk menyentuh mereka dengan nikmat islam, untuk mengembangkan sayap dakwah (mengingat kondisi umat islam sekarang yang tercerai berai menjadi banyak ‘kaum’ termasuk kaum metal)

mungkin saya terlalu berani dan dini untuk menilai bahwa band sejenis purgatory ini telah melakukan inovasi gemilang di bidang dakwah, apakah cara mereka tersebut DIRIDHOI Allah SWT(semoga), wallahua’lam, tetapi yang penting pro aktif menjemput ‘bola’ yang butuh dakwah dimana tidak ada yang berani menyentuhnya. saya hanya manusia biasa yang memiliki pandangan terbatas.

mungkin kaum religius terlalu asyik dengan komunitasnya sendiri-sendiri, menghabiskan waktu di masjid, sibuk dengan eksklusifitas dakwahnya yang bertentangan dengan dakwah yang sifatnya menyeluruh. sibuk bergaul sesama dan relatif ‘terlihat’ menutup diri terhadap komunitas lain yang mereka anggap hedon dan sia-sia, padahal cara dakwah mereka tersebutlah yang kurang efisien dan efektif.

Wallahua’lam bishawab

Read Full Post »

dicuplik dari kitab Al-Asbun karya Pidi Baiq, ada beberapa ‘sabda’ yang telah ‘menampar’ kita dengan tawa, ini merupakan kecerdasan lain dari pemikiran unik seorang pidi yang selalu berpikir out of box dan berguna bagi kita 🙂

“pada awalnya cinta itu sesungguhnya bisa melihat, sebelum lalu menjadi buta karena kemudian dia turun ke dalam hati”

“jika aku tidak yakin masuk surga, aku akan keluar dari agama yang aku yakini”

“hendaknya engkau jangan seperti domeh, dia adalah orangnya, kalau jadian makan-makan, putus cinta minum-minum”

“engkau meminta kepada Nya agar dia melindungi dirimu, engkau sendiri tidak pernah melindungi orang lain. engkau meminta kepada Nya agar Dia menyayangi dirimu, engkau sendiri tidak pernah menyayangi orang lain. engkau meminta kepada Nya agar dia memberi engkau rezeki, engkau sendiri tidak pernah memberi rizki kepada orang lain”

“dengar bahal, sayangilah orang yang berada pada satu antrean dibelakangmu, karena sesungguhnya dia pun berharap engkau selalu dapat giliran”

“bahal, dengarlah olehmu, sekikir-kikirnya manusia, dia tetap akan memberi makan dan minum kepada toilet”

“kalau tuhan menampakkan diri Nya, maka tuhan tidak adil karena orang buta tidak bisa melihat Nya”

“jalan lurus itu adalah jalan yang mengabdi kepada tuhannya, itu sebabnya untuk memberi tahu jalan lurus di papan penunjuk jalan, panahnya menunjuk ke arah atas”

“jangan kalian bersedih karena sesungguhnya kita lahir dari orangtua kita yang bersenang-senang”

Read Full Post »